“Museum” swafoto di Swedia jadi surga untuk pemburu konten

Jakarta (ANTARA) – Museum adalah tempat menikmati karya seniman, namun di “museum” selfie baru di Swedia, tamu sebenarnya adalah seniman dan karya seni.

Dinding “Youseum” di Stockholm tidak dihiasi dengan seni. Sebaliknya, kamar-kamarnya dirancang dengan cerah dan dibuat sebagai latar belakang yang menyenangkan untuk selfie atau pengambilan video.

“Anda dapat mengambil foto dan konten menarik untuk Instagram… Ini adalah tempat yang sempurna untuk membuat TikTok,” kata manajer Sofia Makiniemi kepada AFP, menunjukkan kepadanya “Ruang Emoji” yang penuh dengan bola biru dan kuning dengan wajah tersenyum dan cemberut.

Baca Juga: Tabebuya Mekar di Kota Magelang Jadi Tempat Warga Berswafoto

Kamar lain memungkinkan Anda mengubur diri dalam busa berwarna permen, berpose di bawah lampu neon, atau duduk di ayunan merah muda raksasa untuk foto profil terbaru.

“Ada pencahayaan, musik Tiktok, ada makanan ringan, Anda memiliki semua hal yang kami sukai,” kata Zeneb Elmani, 18 tahun, yang datang bersama teman-temannya.

Dia suka nuansa “era 2020-an”.

Bagi Makiniemi, Youseum yang merupakan pusat perbelanjaan membuat pengunjung menjadi seniman, meskipun influencer biasa mungkin tidak menganggap foto mereka sebagai sebuah seni.

“Ini adalah museum interaktif dimana Anda bisa berkreasi seni sesuai selera Anda,” ujarnya.

Baca juga: “Balunun”, Alternatif Wisata Selfie di Jakarta Saat Lebaran

Konsep Youseum berawal dari Belanda yang sudah memiliki dua tempat.

Di era di mana media sosial sedang naik daun, ada kekhawatiran tentang bahaya platform semacam itu, terutama dampaknya terhadap kesehatan mental anak muda.

“Ini sekarang menjadi bagian besar masyarakat, mengapa tidak membuatnya lebih kreatif,” katanya.

Rombongan gadis yang berkunjung saat AFP tiba tidak terlalu mempermasalahkan sisi gelap atau narsisme yang merajalela.

“Menurutku tempat ini lucu buat yang suka foto-foto, kayak temen-temen.. Ya Tuhan lucu banget ini,” kata Chaymae Ouahchi (18).

Sementara generasi yang lebih tua mungkin mencemooh gagasan tentang museum yang didedikasikan untuk selfie, profesor tamu Bill Burgwinkle dengan keponakan remajanya mengatakan orang harus menerima fenomena tersebut.

“Saya pikir sudah terlambat untuk khawatir. Dunia seperti ini,” katanya, seraya menambahkan museum yang tidak biasa itu telah memenuhi tujuannya.

Baca juga: Museum Sejarah Jakarta Jadi Destinasi Wisata Selfie

Baca juga: Pengorbit Mars China Kirim Video Selfie Jelang Tahun Baru Imlek

Baca juga: Mosaic Park Bisa Jadi Destinasi Selfie Baru di Surabaya

Penerjemah: Nanien Yuniar
Redaktur : Suryanto
HAK CIPTA © ANTARA 2022