“Mobile IP Clinic” dorong pariwisata Bali melalui pelindungan KI

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menggelar Mobile Intellectual Property Clinic (IP) Clinic atau “klinik IP keliling” yang diharapkan bisa menjadi motor penggerak kebangkitan pariwisata di Provinsi Bali melalui perlindungan Kekayaan Intelektual (KI).

Penyelenggaraan Mobile IP Clinic yang kedua kali ini merupakan hasil kerjasama DJKI dengan Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali serta stakeholders IP di Provinsi Bali.

Kegiatan tersebut mengambil tema “Intellectual Property Booster untuk Pariwisata Bali Melalui Diseminasi Kekayaan Intelektual dan Klinik Mobile Intellectual Property”.

“Klinik KI Keliling ini juga menjadi percontohan pendirian klinik KI di daerah, dimana mereka yang berperan menginisiasi terwujudnya layanan KI dengan pemangku kepentingan KI di daerah,” kata Y. Ambeg Paramarta, Staf Ahli Politik dan Keamanan di Prime Plaza Hotel Bali, Senin (21/3), melalui siaran pers.

Baca juga: DJKI Promosikan Indikasi Geografis di Expo 2020 Dubai

Ambeg juga menjelaskan, Mobile IP Clinic akan digelar di 33 wilayah di Indonesia sesuai jadwal yang diajukan oleh masing-masing Kanwil Kementerian Hukum dan HAM.

Sebagai informasi, Provinsi Bali merupakan destinasi wisata terfavorit dunia, yang menjadikan Kanwil Kemenkum HAM Bali menjadi destinasi wisata. proyek percontohan untuk kegiatan IP dan Pariwisatadimana terdapat hubungan yang sangat erat antara IP dan pariwisata.

Dokumen “Boosting Tourism Development through IP” yang dikeluarkan oleh World IP Organization (WIPO) dan World Organization Tourism (UNWTO) menyebutkan pentingnya mengikutsertakan IP dalam pengembangan produk barang dan jasa serta perencanaan dan implementasi kebijakan di bidang pariwisata. sektor.

Sementara itu, Pj Dirjen KI Razilu berharap program Mobile IP Clinic ini dapat membantu masyarakat yang memiliki masalah dengan jarak atau jaringan internet untuk mengakses layanan IP.

“Jadi perlu skema penyuluhan dan kerjasama dengan semua pihak pemangku kepentingan untuk dapat menjangkau peningkatan perlindungan produk IP serta layanan IP ke seluruh pelosok wilayah di Indonesia,” ujar Razilu.

Selain memberikan sosialisasi serta layanan konsultasi dan pendampingan pendaftaran KI bagi masyarakat Bali, kegiatan ini juga menyelenggarakan pameran produk KI oleh UMKM di Provinsi Bali yang akan dilaksanakan pada 21-25 Maret 2022.

Baca juga: Kemenkumham: Kreativitas masyarakat dalam menghasilkan karya berhak cipta meningkat

Baca juga: Hari Musik Nasional, DJKI Dukung Peningkatan Kesejahteraan Musisi

Baca juga: DJKI sambut baik perlindungan kekayaan intelektual dalam e-commerce

Reporter: Rizka Khaerunnisa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
HAK CIPTA © ANTARA 2022