Melihat kejutan Fabio Quartararo dari dekat

Lombok Tengah (ANTARA) – Ajang MotoGP 2022 yang berlangsung di arena balap Sirkuit Jalan Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah yang berlangsung pada 18 Maret akhirnya memasuki balapan utama pada Minggu sore.

Seperti yang diprediksi sebagian orang, pertandingan tersebut diikuti oleh 23 pebalap (tanpa Marc Marquez yang mundur dari balapan karena cedera) termasuk Fabio Quartararo yang lebih ramai dari dua hari sebelumnya dan ini benar-benar terjadi.

ANTARA berkesempatan menyaksikan langsung dari Zone A Premium Grandstand yang berada di seberang Paddock Premiere Class pada Sabtu dan Minggu atau (19/3) dan (20/3) melalui Paket Bundling MotoGP dari tiket.com.

Zona A berada di trek lurus sehingga pengendara hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk melewati area ini.



Baca juga: Presiden Ucapkan Selamat dan Terima Kasih Sukses di MotoGP Mandalika

Baca juga: Oliveira Terima Trofi Juara GP Indonesia dari Tangan Presiden Jokowi

Tempat start, podium kemenangan juga berhadapan langsung dengan Zone A Premium Grandstand namun di sisi kiri. Penonton dapat melihat para pebalap bersiap memulai pertandingan di tempat masing-masing dan berakhir

Deru mesin motor dan teriknya matahari mengiringi waktu menonton, ditambah angin sepoi-sepoi yang mampu menerbangkan topi yang tidak pas di kepala saat babak kualifikasi yang berlangsung Sabtu.

Kebisingan ini bahkan terdengar dari pantai Araguling di kawasan Tumpak, Pjuk, Lombok Tengah yang berjarak sekitar 13 km dari sirkuit.

Pada hari Sabtu, masih banyak kursi kosong di tribun, memungkinkan mereka untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain di zona yang sama untuk mendapatkan tempat terbaik untuk melihat dan memotret.

Salah satu lokasi favorit adalah dari depan ke belakang di dekat layar lebar yang menampilkan berbagai peristiwa selama pertandingan, lengkap dengan lap yang telah dilalui oleh para pembalap dan posisinya.

Pada sesi kualifikasi pertama dan kedua saat itu, momen saat Marc Marquez dikawal timnya menggunakan sepeda motor setelah terjatuh di lintasan balap dan melewati area penonton menjadi salah satu yang disambut antusias oleh penonton.

Mereka tak lupa mencatat detik-detik yang dilalui Marquez sembari meneriakkan semangat. Inilah salah satu saat pembalap berjuluk “Baby Alien” ini semakin dekat dengan penonton. Sementara itu, Marquez yang masih memakai helm, menoleh sejenak dan melambai ke arah penonton.

Topi, tabir surya, air dan handuk kecil adalah senjata yang cukup untuk melawan panas dan dehidrasi di hari yang panas saat itu. Sedangkan payung tidak diperbolehkan digunakan saat menonton. Meski begitu, penonton tetap diperbolehkan membawakannya.

Sepatu yang nyaman dapat melindungi kaki Anda dari medan ke sirkuit yang sebagian besar permukaannya lunak dan beberapa di antaranya telah membentuk genangan air, seperti trek perjalanan off-road. Pakaian yang menyerap keringat dan tipis tak ketinggalan menjadi tameng dari terik matahari.

Namun kondisi berbeda terjadi pada balapan utama pada Minggu. Beberapa penonton bahkan sempat menempati kursi yang tersedia beberapa jam sebelum balapan yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 15.00 WITA.

Cuaca yang semula cerah berubah mendung dan hujan di menit-menit terakhir sebelum balapan dimulai. Giliran jas hujan yang menjadi penyelamat saat itu, setidaknya mengamankan handphone dan kamera yang dibawa ke arena tontonan.

Beberapa penonton juga mengeluarkan payung yang dibawa semata-mata untuk melindungi pakaian mereka dari cipratan air hujan. Sebelum kompetisi dimulai, panitia acara mengizinkan penggunaan payung.

Namun hujan yang semula gerimis perlahan menjadi deras. Alhasil, balapan diundur selama satu jam hingga pukul 16.00 WITA, cukup mengecewakan bagi sebagian penonton.

Meski begitu, balapan tetap digelar pada akhirnya dan hal ini mengembalikan antusiasme penonton yang sempat merasakan jari-jarinya mengkerut karena kedinginan.

Fabio yang finis di urutan kedua balapan sore itu memberikan kenangan manis kepada para fans di Zona A. Usai menerima trofi di podium, ia menghampiri penonton di Zona A, menyapa mereka lebih dekat dan melemparkan sarung tangan dan topi ke penonton yang beruntung.

Pembalap Yamaha Fabio Quartararo usai balapan utama yang berlangsung di Sirkuit Jalan Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Minggu (20/3/2022). (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

Penonton pun histeris saat menyapa pembalap asal Prancis tersebut. Tentu saja mereka merekam momen tersebut menggunakan perangkat masing-masing dan menyapa pengemudi yang terus tersenyum.

Usai menyaksikan balapan yang dimenangkan Red Bull KTM Rider, Miguel Oliveira penonton bisa menikmati konser musik yang digelar tak jauh dari kawasan Zona A. Sederet musisi tampil bergantian dari Sabtu hingga Minggu. Pada acara Minggu, giliran penyanyi Pamungkas, grup musik Slank dan Samsons yang tampil.

Sambil diiringi lagu Pamungkas yang berjudul “Maaf”, para penonton berjalan melewati Terowongan Utara dan Terowongan Selatan yang menjadi penghubung dari arena balap menuju tempat parkir dan shuttle bus.

Terowongan seluas 1.935 meter persegi yang juga merupakan pintu masuk ini diwarnai oleh seni visual hasil kerjasama Pertamina dengan komunitas Graffiti Rumah Gardu yang ingin memberikan pengalaman positif bagi pecinta olahraga otomotif dari berbagai penjuru tanah air. Dunia.

Proses kreatif Terowongan Utara dan Terowongan Selatan melibatkan sedikitnya 50 seniman visual dari berbagai kota di Indonesia. Karya tersebut dikerjakan selama 12 jam setiap hari dalam waktu kurang lebih 14 hari hingga siap diterbitkan.

Terowongan Utara berfungsi sebagai jalur untuk penonton di tribun VIP, dirancang oleh seniman grafiti dari Jakarta, Darbotz dan Stereoflow. Kolaborasi tersebut mereka beri judul “The Harder The Battle, The Sweeter The Victory”.

Konsep ini menggambarkan perjuangan keras para pembalap yang berlaga di Sirkuit Pertamina Mandalika. Meski semuanya adalah orang-orang yang kompetitif, hanya beberapa pebalap terbaik yang naik podium dan merasakan kemenangan paling manis.

Sementara itu, Terowongan Selatan yang memiliki luas 731,2 meter persegi dan berfungsi sebagai jalur penonton, diprakarsai oleh pahlawan lokal dari Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Paerstud. Ia dan tim yang terdiri dari 20 seniman visual dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat, Paerstud mempresentasikan sebuah konsep bertajuk “Energizing Mandalika For A Brighter Indonesia”.

Objek utama seni visual yang digambarkan oleh Paerstud dan kawan-kawan adalah Burung Garuda yang sedang bergerak maju ke arah yang lebih baik. Objek ini ditunjang oleh dua hal sebagai entitas budaya masyarakat Lombok, yaitu Terune (laki-laki) memainkan kendang Beleq dan Dedare (perempuan) mempersembahkan tempayan gerabah yang diisi air bersih.

Baca juga: Rayakan MotoGP Mandalika 2022, BNI Pindahkan KAWAN

Baca juga: Glamping Akomodasi Alternatif Penonton MotoGP 2022

Baca juga: Nasi Puyung Race Buat Pecinta Sensasi Kuliner Pedas

Redaktur: Alviansyah Pasaribu
HAK CIPTA © ANTARA 2022