Disparekraf DKI adakan tur wisata religi untuk semarakkan Ramadhan

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta menggelar wisata religi yang merupakan bagian dari kegiatan #RamadhandiJakarta dengan konsep tur jalan kaki pada Sabtu (16/4) dan akan kembali digelar untuk sesi kedua pada 23 April mendatang.

“Di era sekarang ini, Jakarta saat ini sedang mendorong kegiatan urban tourism yang dilakukan di lingkungan perkotaan dengan berbagai atraksi atau atraksi di dalamnya, salah satunya religi,” kata Kepala Bidang Pemasaran dan Daya Tarik Disparekraf DKI Jakarta Hari Wibowo dalam keterangannya. resmi, dikutip Senin.

Untuk sesi pertama, pelaksanaan wisata religi ditujukan di tingkat Dinas, Jakarta Selatan, dan Kepulauan Seribu. Sedangkan untuk dua sesi berikutnya akan berada di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur.

sayaBaca juga: Kemenag Inisiasi Wisata Religi Candi Prambanan

Kegiatan wisata religi ini diikuti oleh peserta dan sejumlah content creator yang dipandu oleh para pemandu wisata profesional dari Ikatan Pemandu Wisata Indonesia.

Hari mengatakan wisata religi meliputi ziarah dan kegiatan religi lainnya yang menjadi daya tarik wisatawan. Ditambahkannya, Jakarta merupakan salah satu kota dengan sejarah Islam yang kuat, terbukti dengan banyaknya masjid bersejarah yang masih terjaga kelestariannya.

“Kehadiran wisata religi membuat perayaan bulan suci Ramadhan tahun ini semakin menarik,” ujarnya.

Wisata religi oleh Disparekraf menjelajahi berbagai masjid yang tersebar di enam wilayah, mulai dari tingkat pelayanan seperti Masjid Ramlie Musofa, Masjid Lautze, Masjid Raden Saleh Makmur, dan Masjid Raya Al-Azhar, hingga kawasan Jakarta Timur seperti Masjid At-Tin, Makam Al-Hawi, Makam Pangeran Jayakarta.

Kasubdit Atraksi dan Kemitraan Disparekraf DKI Jakarta Anita Novianti mengatakan kegiatan wisata religi merupakan salah satu bentuk pelayanan (perlakuan) Pemerintah Provinsi dalam memberikan alternatif perjalanan wisata di Jakarta yang tidak konvensional.

Melalui kegiatan ini, Anita mengatakan pihaknya juga mendorong industri, baik asosiasi hotel maupun asosiasi hotel bepergian untuk dapat membuat paket wisata dan meliputi kegiatan seperti: jalan-jalan atau tur kota dengan menyertakan pemandu wisata bersertifikat.

“Dengan harapan industri menangkap potensi jenis kegiatan ini, ditambah situasi pandemi COVID-19 yang belum berakhir, diharapkan bisa berwisata #dijakartaja. Di Jakarta banyak hal yang masih bisa dieksplorasi dengan tempat-tempat yang memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri,” pungkasnya.

Baca juga: Ngabuburit dengan Wisata Religi di Masjid Ikon Jawa Barat

Baca juga: Desa Wisata Religi Bubohu Masuk 50 Besar Nominasi ADWI 2021

Baca juga: Gubernur: Jabar Kembangkan Wisata Religi Konseptual

Reporter: Rizka Khaerunnisa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
HAK CIPTA © ANTARA 2022