Danone-Aqua jalin kerja sama pelestarian TN Gunung Halimun Salak

Jakarta (ANTARA) – Danone-Aqua bersama Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menandatangani perjanjian kerja sama pada Senin (11/4), yang bertujuan untuk memperkuat fungsi kawasan taman nasional melalui kegiatan perlindungan dan pelestarian kawasan hutan. Tumbuhan dan Hewan.

Inisiatif ini dilakukan sebagai upaya kolaboratif dalam melindungi kawasan TNGHS dan sekitarnya dari bencana alam dan perambahan hutan serta melestarikan flora dan fauna di dalamnya.

Direktur Pembangunan Berkelanjutan Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, mengatakan pihaknya terus berkomitmen untuk aktif mendukung pemerintah dalam upaya menjaga kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati.

“Tanpa kita sadari, hal ini akan sangat berdampak pada keberlanjutan sumber daya air bagi kita semua,” kata Karyanto dalam siaran persnya, Selasa.

Baca juga: Owa Jawa di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Program kerjasama antara Danone-Aqua dan TNGHS Hall meliputi program perlindungan hutan dan mitigasi bencana di atas lahan seluas 69 hektar.

Kegiatan yang akan dilakukan antara lain inventarisasi dan pemetaan kerawanan hutan, pencegahan gangguan, identifikasi tanda batas dan pemetaan sumber risiko bencana, pemantauan dan pelaksanaan mitigasi bencana, serta penanaman pohon.

Selain itu, pemantauan satwa kunci dengan mengidentifikasi dan membina habitat dan populasi serta menyelamatkan spesies satwa kunci antara lain Elang Jawa, Macan Tutul dan Owa Jawa juga akan dilakukan.

Menurut perusahaan, seluruh kegiatan melibatkan masyarakat dan masyarakat yang tinggal di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Citatih untuk memberdayakan masyarakat dengan tetap menjaga keberlanjutan program.

Merujuk data Direktorat Jenderal Perencanaan Kehutanan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PKTL) KLHK, laju deforestasi di Indonesia mencapai 465,5 ribu hektare pada periode 2018-2019.

Khusus untuk TNGHS, ancaman degradasi juga muncul akibat illegal logging, penambangan emas ilegal, dan alih fungsi lahan untuk pertanian. Di dalam taman nasional ini terdapat kawasan tidak berhutan seluas 10.300 hektar.

TNGHS merupakan taman nasional dengan ekosistem hutan hujan tropis terluas di pulau Jawa. Kawasan konservasi tersebut merupakan rumah bagi 244 jenis burung atau setara dengan 50 persen jumlah jenis burung yang hidup di Jawa dan Bali. Selain itu TNGHS juga merupakan daerah resapan air dan merupakan hulu dari sungai-sungai besar seperti sungai Cisadane dan Cimandiri.

Baca juga: 23 ular piton dan kobra dilepasliarkan di alam liar di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Baca juga: Populasi Satwa di Taman Nasional Gunung Halimun Salak Bertambah

Baca juga: BKSDA Jabar Lepas 20 Kukang Hasil Perburuan

Reporter: Rizka Khaerunnisa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
HAK CIPTA © ANTARA 2022